Berhutang Bisa Memperpecah Hubungan Sahabat? Benarkah?

Diposkan: 22 Oct 2021 Dibaca: 1733 kali


Alweenong - Beberapa hari ini saya menerima berbagai macam curhatan dari beberapa teman perihal ‘Hutang’. Sangat beraneka macam sekali kondisi akan hutang yang teman saya terima. Ada yang membutuhkan hutangan karena usaha yang dimiliki tengah menurun.

Ada juga yang membutuhkan hutangan untuk bisa menutupi hutang sebelumnya yang telah jatuh tempo. Bahkan ada pula yang sudah dipinjami namun pada saat si pemberi pinjaman ini menagih kemudian diabaikan begitu saja.

Selain itu, ada juga nih yang pada saat ditagih auto mendadak miskin, tetapi kehidupan di media sosial sangatlah mewah. Terlebih lagi seakan-akan seluruh isi dunia ini terasa sangat murah banget deh.

Seringkali mereka si peminjam ketika ditagih melontarkan jawaban “Uang segitu saja kok sibuk minta dibalikin sih”. Ada juga yang memberikan jawaban “Baru pinjam setahun loh”, tapi tidak lama kemudian di blokir. Memang isi pikiran orang itu berbeda-beda ya kawan-kawan.

Tentu dari beberapa yang telah ditunjukkan tersebut masih banyak sekali kondisi-kondisi seperti yang lainnya. Di dalam agama Islam pun telah dijelaskan beberapa adab di dalam hutang loh. Ini nih aku jelasin beberapa ya, simak yuk.

Mempunyai Keyakinan Bisa Membayar

Di dalam agama Islam terdapat anjuran bahwa jangan sampai kamu berhutang sebelum adanya keyakinan dapat melunasinya. Pada saat kamu berhutang kepada seorang sahabat dan kemudian ia dengan mudah memberikannya. Jangan pernah berpikir kalau ia tidak punya keperluan lain dan terbilang mempunyai jumlah uang yang banyak.

Karena, sebenarnya seorang sahabat yang baik akan membantu sedemikian rupa untuk bisa menolong dan menyelamatkanmu. Jadi jangan pernah kamu mengkhianatinya ya, kamu diberikan pinjaman saja sudah sangat bersyukur banget nih ada yang menolong.

Mencatat Segala Hutang

Adab yang kedua yakni dengan mencatat segala hutang yang ada. Hal ini dengan tujuan untuk menghindari adanya berbagai macam bentuk perkara yang tidak diinginkan. Misalnya kelupaan akan jumlah hutang yang dipinjam. Di dalam agama Islam telah dianjurkan untuk mencatat segala hutang yang dimiliki.

Menyegerakan Membayar

Untuk adab yang ketiga yakni menyegerakan membayar hutang tersebut. Ini nih yang menjadi penyakit manusia yang sering kali terjangkit hutang yakni malas untuk membayar hutang.

Tahukah kamu, bahwa Nabi kita Muhammad SAW menyebut bahwa dimana orang yang menunda pembayaran hutang padahal ia mampu. Orang tersebut tergolong melakukan perbuatan yang dzolim loh.

Dapat diartikan bahwa hutang merupakan salah satu bagian yang sangat sensitif ya kawan-kawan. Bahkan, dengan berhutang juga dapat menjerumuskan kita kedalam berbagai macam hal nih. Oleh sebab itu, jangan main-main dengan hutang menghutangi.

Duhai kamu yang sedang berhutang, boleh-boleh saja kok mengutang kepada siapapun. Asalkan tetap jaga adab dalam berhutang ya kawan. Di samping itu juga minta kepada Allah agar segalanya dapat dimudahkan. Begitu juga dalam proses melunasi segala hutang yang dimiliki.

Bisa jadi hal ini sebuah ujian atau bisa pula menjadi sinyal dari Allah karena ingin lebih dekat denganmu. Jangan sampai kamu mengorbankan tali persahabatan hanya karena hutang. Perlu diingat nih kalau tidak semua orang akan dengan mudah untuk menolong kamu.

Oleh sebab itu, terus jaga tali persahabatan dengan baik ya. Ketika kita sedang merasa susah, hanya mereka lah yang siap membantu bagaimana pun keadaan kamu. Sehingga, terus jaga dan hargailah sahabatmu. Tetap semangat ya para sahabat.


Tags