Bersikap Secara Seimbang Antara Dunia dan Akhirat
Diposkan: 13 Nov 2021 Dibaca: 1863 kali
Alweenong - Apabila ada seorang manusia yang bertanya, apa sih tujuan diciptakannya manusia ke dunia? Salah satu jawaban yang cukup menjawab pertanyaan tersebut yakni bertujuan untuk beribadah. Ya, hal tersebut sudah sangat jelas bahwa seorang manusia ditakdirkan hidup di dunia hanyalah untuk menjalankan perintah Allah SWT dalam beribadah.
Hal tersebut sudah tertera dalam sebuah ayat suci Al-Qur’an pada surah adz-dzariat dalam ayat 56. Dimana dalam surah tersebut mengatakan bahwa tiada tujuan lain Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah.
Dengan pernyataan tersebut bisa nih diputuskan bahwa posisi kita di dunia ini tidak hanya mencari kebahagiaan semata. Akan tetapi juga harus diimbangi dengan terus senantiasa beribadah kepada Allah SWT.
Kali ini, aku akan tunjukkan kepada kawan-kawan beberapa cara yang bisa diterapkan. Tentu saja untuk menyeimbangkan di antara menjalankan kehidupan didunia serta mempersiapkan kehidupan di akhirat kelak.
Mendahulukan Kewajiban dalam Agama
Cara yang pertama yakni dengan mendahulukan kewajiban dalam beragama. Salah satunya yaitu dengan tidak meninggalkan sholat 5 waktu yang menjadi satu-satunya kewajiban bagi seorang yang beragama Islam. Pastinya, dari kita sudah mengetahui bagaimana jadinya apabila kewajiban tersebut sampai ditinggalkan.
Nah oleh sebab itu, utamakan apa yang menjadi kewajiban sebelum melakukan kegiatan yang lainnya. Di dalam sebuah hadist pun juga telah tertera sangat jelas bahwa kita dituntut untuk mendahulukan serta selalu memprioritaskan ibadah wajib yakni sholat.
Menunaikan Ibadah Sunnah
Nah, setelah menunaikan ibadah wajib, baru boleh nih untuk kita melaksanakan ibadah sunnah untuk melengkapi nilai dari ibadah. Di dalam agama Islam tentu sangat banyak sekali ibadah-ibadah sunnah yang diajarkan oleh para nabi.
Misalnya saja dengan puasa sunnah senin dan kamis, shalat tahajud, shalat dhuha dan masih banyak ibadah-ibadah sunnah yang lainnya. Karena ibadah ini terbilang sunnah, maka tidak adanya dosa apabila kita meninggalkannya. Berbeda dengan ibadah sholat 5 waktu yang menjadi salah satu kewajiban seorang umat Islam.
Menyibukkan dengan Berbagai Hal Positif
Salah satu manusia yang beruntung yaitu apabila ia dapat memanfaatkan segala waktu yang dimiliki hanya untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. Sungguh mereka akan sangat merugi apabila menyia-nyiakan setiap waktu hanya untuk melakukan hal yang tidak ada manfaatnya sama sekali.
Giat dalam Bekerja
Cara yang keempat yakni dengan terus giat dalam bekerja. Seperti yang telah diketahui bahwa bekerja juga bisa menjadi ladang pahala loh. Hal ini terjadi apabila kita meniatkan bekerja menjadi sebagian dari ibadah kepada Allah untuk mendapatkan rezeki yang halal.
Di samping itu, kita juga tidak diperbolehkan untuk menunda-nunda suatu kegiatan bahkan juga dengan bermalas-malasan. Karena dengan senantiasa bersemangat dan giat dalam menjalankan apapun, tentu akan banyak sekali manfaat baik yang akan diperoleh.
Mengekspresikan Diri Secukupnya
Pada dasarnya, tidak semua orang dapat mengekspresikan dirinya dengan cara yang tepat. Bagi mereka yang mempunyai tingkat emosional yang stabil tentu mampu untuk mengontrol senang dan sedihnya.
Akan tetapi, masih sangat banyak sekali mereka yang kurang mampu untuk mengendalikan perasaan tersebut. Kebanyakan mereka akan merasakan terpuruk apabila tengah merasakan kesedihan. Begitu juga pada saat mereka merasa bahagia, hal tersebut akan diekspresikan dengan cara yang berlebihan atau tidak wajar.
Sebagai seorang manusia biasa, kita tidak pernah tau bagaimana perjalanan hidup seseorang. Bagaimana suka dan dukanya ketika keluar masuk lembah hitam. Dengan pada akhirnya dapat kembali untuk menemukan jalan kembali kepada Allah.