Keutamaan Bekerja dalam Agama Islam
Diposkan: 10 Nov 2021 Dibaca: 1889 kali
Alweenong - Tentu saja kita telah mengetahui bahwasanya di dalam agama Islam kita diperintahkan untuk bekerja. Di samping itu, kita juga diarahkan untuk menempatkan bekerja sebagai ladang ibadah dalam mencari rezeki.
Mengapa sih kita harus melakukan hal itu? Salah satu alasannya yaitu karena untuk bisa mendapatkan rezeki yang halal termasuk dalam kategori berjihad di jalan Allah loh. Pasti kawan-kawan sudah paham dengan jelas kan bahwa berjiihad mempunyai nilai yang sejajar dengan melaksanakan rukun dalam Islam.
Mengikuti Jejak Rasulullah
Dengan pernyataan yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat diketahui dengan jelas bahwa bekerja merupakan salah satu bagian dari ibadah dan menjadi suatu kebutuhan setiap umat manusia. Luar biasanya lagi, dahulu para nabi sangat giat loh dalam bekerja.
Bahkan Rasulullah terbilang sebagai nabi yang sangat pekerja keras serta sangat tekun dalam menjalani segala kegiatannya. Selain itu, setiap para nabi lainnya, mempunyai keahlian luar biasa yang berbeda antara satu sama lain.
Oleh sebab itu, pada saat kita bekerja keras dan melakukan segala kegiatan dengan cara professional. Dapat dikatakan bahwa kita juga praktek dalam mencontoh perilaku mulia yang dilakukan para nabi dan Rasulullah.
Karena segala sesuatu yang dilakukan oleh nabi dan Rasulullah, niscaya kita sebagai manusia, akan dilimpahkan rahmat dan nikmat yang luar biasa. Siapa sih yang enggak pengen diberikan banyak nikmat dan rahmat yang luar biasa?
Di sisi lain. Allah SWT juga pernah menjanjikan sesuatu kepada umatnya. Apabila seorang hamba mencari rezeki dengan cara yang profesional dan sungguh-sungguh. Maka Allah memberikan banyak peluang dalam mendapatkan rezeki yang luas dan melimpah.
Wujud yang bisa kita dapatkan dari lelahnya bekerja selain mendapatkan rezeki yang halal juga bisa didapatkan pengakuan loh. Dalam artian pengakuan dari lingkungan atas prestasi kerja yang telah kita lakukan sebelumnya.
Dalam sebuah hadits riwayat Ahmad telah dijelaskan, bahwa sesungguhnya, Allah menyukai hamba-hambanya yang terus berkarya dan senantiasa terampil. Selain itu, barangsiapa yang bersusah payah dalam mencari nafkah demi mencukupi nafkah dalam keluarganya. Maka orang tersebut akan serupa dengan mujahid di jalan Allah.
Kerja Cerdas Bukan Kerja Keras
Kebanyakan, dalam bekerja seseorang hanya mengandalkan tenaga saja tanpa memikirkan kedepannya. Nah, hal ini salah loh kawan-kawan.
Dalam melakukan sesuatu, akan lebih baik dan lebih maksimal apabila kita melakukannya dengan cerdas bukan hanya sekadar bekerja keras. Selain bekerja secara profesional dan kerja cerdas perlu juga meningkatkan etos kerja dalam diri loh.
Di dalam agama Islam juga telah disebutkan loh bahwa ada 4 jenis etos kerja yang harus dimiliki seorang umat. Etos kerja yang pertama yaitu bekerja mencari rezeki yang halal, kemudian bekerja demi kebaikan diri.
Maksud dari etos kerja yang kedua yakni agar kita sebagai manusia tidak sampai merepotkan atau menjadi beban terhadap orang lain. Di samping itu, etos kerja yang ketiga yakni bekerja keras demi memenuhi seluruh kebutuhan yang ada di dalam keluarga. Lebih tepatnya, bahwa kita dilarang keras untuk bersikap boros dalam membeli apapun.
Selain itu, etos kerja yang terakhir yakni dengan bekerja yang ditujukan untuk meringankan hidup tetangga. Lah, kok sampai tetangga sih? Ya, karena dalam bekerja kita tidak diperbolehkan untuk egois. Alangkah baiknya jika kita saling berbagi dan harus peduli dengan orang lain. dalam artian kita dapat bermanfaat untuk membantu meringankan beban orang lain.
Yuk kawan-kawan kerja kerja kerja, jika kita semakin cepat dalam mengerjakan suatu pekerjaan. tentu saja akan menjadi semakin baik bukan? Semoga segala kegiatan yang dilakukan menjadi sebuah berkah bagi kita semua. Aminn