Kok Bisa Ya Hukuman Bagi Koruptor Berbeda-Beda?
Diposkan: 20 Nov 2021 Dibaca: 2075 kali
Alweenong - Di saat siang hari iseng membaca timeline, dimana semua orang tengah sibuk membahas anggota DPR yang mulai tak terima apabila pejabat negara di OTT. Mungkin ada nih beberapa diantara kawan-kawan yang tidak mengenal OTT. Jika dijabarkan pengertiannya yaitu Operasi Tangkap Tangan.
Langkah tersebut merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh para KPK guna untuk menjerat para koruptor yang selalu saja menghabiskan uang negara. Menurutku sih, lebih bagus kalau sistem kerja ini terus diadakan. Daripada nantinya kena azab di akhirat dan langsung diberikan oleh Tuhan.
Jadi lebih bagus kalau di OTT di dunia yak an daripada Tuhan sendiri yang memberikan secara langsung. Dengan adanya sistem atau hukuman ini itu juga secara tidak langsung memberikan bentuk perhatian kepada seluruh para pejabat.
Dimana hal tersebut menjadi tanda dari Tuhan jika ia masih saying dan meminta untuk mereka segera bertaubat sebelum malaikat maut siap menjemput. Akan tetapi, dengan apapun itu, lantak klen la situ. Kami akan terus bergerak tanpa harus untuk duduk di kursi panas terlebih dahulu.
Jika dibayangkan, hati selalu geram apabila mendengar kata korupsi ini. Karena dengan perlakuan para pejabat yang seenaknya melakukan hal yang tidak pantas tersebut. Tentu bukan hanya merugikan negara saja. Akan tetapi, kita sebagai rakyat juga menjadi imbas akan kerugian tersebut.
Hukuman Seorang Koruptor Berbeda-Beda?
Mungkin tidak banyak yang tahu nih kalau sebenarnya, hukum bagi mereka para koruptor terdapat beberapa perbedaan. Ya memang hal tersebut dikarenakan ada skala yang dapat menentukan berat atau tidaknya sebuah hukuman yang akan diterima.
Misalnya saja mungkin ada seorang koruptor yang menerima hukuman seumur hidup atau mungkin menjalani masa tahanan selama 7 tahun atau bahkan hanya 2 tahun saja. Akan tetapi, sebenarnya hukuman ini sama dengan tindak pidana yang lainnya. Dimana sebuah hukuman akan diberikan kepada mereka sesuai dengan skala perbuatannya.
Saya percaya kok, bahwa hukum di negara ini sangat adil. Mungkin saya berharap suatu saat nanti, sistem hukum yang ada menjadi lebih baik dan terus lebih baik lagi. Bukan malah ikut menjerat dan saling merugikan satu sama lain.
Daripada sibuk untuk memikirkan hukuman koruptor dan saling berargumen terkait hukuman tersebut. Mending bekerja keras, usaha dan berdoa demi mendapatkan secercah cuan yang halal. Padahal bekerja dengan cara yang bersih tentu sangat berkah dan mendapatkan limpahan keberkahan pula.
Daripada melakukan tindakan tersebut dan di kemudian hari malah merugikan diri sendiri yakan? Lebih baik menjalani apa yang sedang dikerjakan dengan telaten dan dilakukan secara perlahan. Ingat jangan tergesa-gesa untuk mendapatkan nikmat dunia yang ada masa berlakunya.
Seperti yang kita tahu bahwa harta dunia, kenikmatan dunia tidak ada harganya di mata Tuhan. Kita mati pun harta dan kenikmatan dunia tersebut tidak akan dibawa mati. Perbanyak amal yang baik, jangan tinggalkan sholat dan terus hormati kedua orang tua selagi masih ada.
Jangan sampai deh kita merusak hari-hari yang sangat sederhana ini dengan hal-hal yang tidak ada untungnya. Mungkin saja pelaku koruptor merasakan keuntungan untuk saat ini, akan tetapi tidak di kemudian hari. Roda terus berputar, tidak selamanya seseorang berada diatas, begitu juga sebaliknya, tidak selamanya seseorang berada di bawah keterpurukan.
Yuk kawan, terus berusaha dengan cara yang halal. Jangan sampai tangan dan jiwa kita ternodai dengan hal-hal yang jelas-jelas merugikan negara.