Menjadi Seorang Kompetitif: Boleh atau Tidak?
Diposkan: 23 Sep 2021 Dibaca: 1720 kali
Alweenong - Pada dasarnya, seorang manusia akan sangat sulit untuk merasa cukup. Hal ini dikarenakan adanya sifat yang senantiasa merasa haus dan lapar. Namun, hanya rasa takut pada Tuhan sajalah yang mampu menyelamatkan kita di dalam setiap keadaan.
Seringkali kekuasaan secara umum diperebutkan. Bahkan beberapa orang saling berlomba dengan cara senggol-menyenggol satu sama lain hanya untuk bisa mendapatkan sebuah posisi. Hanya mereka yang tak tertarik pada kekuasaan yang tetap berprinsip pada dirinya sendiri. Sebenarnya ada atau tidaknya kekuasaan dalam genggaman pada hakekatnya kita hanya hamba Tuhan.
Oleh sebab itu, terlalu kompetitif dalam merebutkan sebuah kekuasaan bisa saja memberikan banyak dampak negatif. Iya sih memang, menjadi seorang yang kompetitif seharusnya bukan menjadi hal yang buruk. Akan tetapi, apabila hal ini tidak diimbangi dengan pemahaman yang baik, bisa menjadikan hidup merasa tidak tenang loh.
Mengapa demikian? Hal ini ya disebabkan karena itu tadi, adanya rasa kurang cukup yang ada pada diri. Memang apa sih dampak buruk jika kita menjadi seorang kompetitif? Padahal kan kompetitif itu menjadi salah satu hal bentuk kerja keras kita dalam mencapai suatu hal.
Nah, pasti banyak banget nih diantara kawan-kawan yang berpikir seperti ini yakan? Simak ulasan berikut deh supaya lebih paham dengan dampak dari jiwa kompetitif yang berlebihan.
Terus Membandingkan Diri dengan Kemampuan Orang Lain
Salah satu dampak dari jiwa kompetitif yang berlebihan yaitu terus menerus membandingkan diri dengan kemampuan orang lain. Mulai dari gaya berpakaian hingga nasib dan takdir pun akan selalu terus-menerus kita bandingkan.
Bahkan terlalu berlebihan juga dapat mengganggu sisi psikologis seseorang loh. Ya ini dikarenakan rasa ketidakpuasan akan pencapaian yang telah dilakukan. Padahal bentuk kesuksesan seseorang sebenarnya sudah ditentukan oleh Tuhan dengan cara yang luar biasa.
Terlebih lagi, bentuk pencapaian dan jalan seseorang untuk bisa meraih kesuksesan itu pun juga mempunyai durasi waktu yang berbeda-beda. Asalkan kita terus berusaha sebaik mungkin dengan cara yang baik pula, maka semua akan berjalan dengan mulus tanpa harus menyenggol satu sama lain.
Mempunyai Sedikit Teman
Dampak yang kedua yakni mempunyai sedikit teman. Ya memang, seorang dengan jiwa kompetitif akan selalu memandang orang lain seperti saingannya. Bahkan, seringkali seseorang dengan jiwa kompetitif ini selalu menunjukkan sikap keegoisannya. Sehingga, orang-orang disekelilingnya, cenderung merasa malas untuk menjadi temannya.
Susah Merasakan Kebahagiaan
Nah, ini nih yang akan sangat berpengaruh. Manusia mana sih yang tidak ingin merasakan kebahagiaan? Menjadi seorang kompetitif kebanyakan kurang mampu untuk memperoleh rasa bahagia ini. Mengapa? Karena, jiwa kompetitif tersebut akan mengarahkan kita kepada apa saja yang diinginkan.
Sehingga, rasa tersebut memberikan bentuk persaingan yang terus menerus dilakukan dengan siapapun. Mengejar apapun bentuk yang kita inginkan layaknya pencapaian yang telah diperoleh orang lain, pastinya hanya akan memberikan kegelisahan di dalam diri kita. Oleh sebab itulah seorang dengan jiwa kompetitif akan lebih sulit untuk merasakan kebahagiaan.
Namun, apabila kamu memaknai kompetitif ini dengan cara yang lebih baik. Akan banyak dampak positif kok yang bisa kamu peroleh. Salah satunya yaitu bisa mewujudkan apa yang menjadi tujuan utama serta menumbuhkan rasa semangat apabila mendapatkan tantangan baru.
Baik atau tidaknya jiwa kompetitif ini sebenarnya balik lagi dengan kepribadian seseorang. Apabila memaknainya dengan baik dan bijak maka hal buruk yang ada akan terhempas dari diri kita. Yuk terus berkontribusi, berbenah dan berserah.