Merasa Cukup Sebagai Bentuk Pola Hidup Sederhana
Diposkan: 27 Sep 2021 Dibaca: 1684 kali
Alweenong - Sewaktu kecil, tepatnya pada hari lebaran di kampong saya sanagt banyak sekali anak-anak lain yang berlalu lalang di depan rumah. Saat itu, rumah kami berbentuk rumah panggung yang terdapat pagar kayu di dekat pintu. Tujuan diberikan pagar kayu tersebut yakni agar adik kecil tidak terjatuh keluar rumah.
Di hari yang sangat mulia bagi agama kami, aku dan adik kecil mengambil bangku dan kemudian duduk di dekat pintu rumah. Kami berdua saling memandang mereka-mereka yang menggunakan baju cantik. Bahkan mereka juga memegang banyak sekali uang yang dilengkapi dengan tawa bahagia. Beberapa diantara mereka juga membawa berbagai jenis mainan.
Mulai dari mainan boneka, tembak-tembakan, amsak-masakan dan masih banyak lagi. Bagi saya sendiri, lebaran merupakan salah satu hari yang sangat berbeda. Di hari lebaran, saya diperbolehkan untuk memiliki uang dengan nominal lebih dari 100 rupiah. Hingga saat ini, saya masih ingat sekali ketika lebaran saya diberikan uang sebesar 150 rupiah.
Dimana, bagi saya uang tersebut terbilang sangatlah banyak sekali. Karena, di kesehariannya saya hanya diberikan 50 perak oleh kedua orangtua. Setiap uang jajan sekolah yang saya miliki. Akan selalu saya masukkan ke dalam celengan. Namun, sesekali uang tersebut saya berikan ke nenek-nenek penjual gulali. Setelah saya dan adik kecil selesai mandi. Biasanya, kami lanjutkan dengan menonton tv.
Bagi emak saya, menyambut hari lebaran tidak harus menggunakan baju baru. Namun, hanya dengan menggunakan baju lama juga tetap bisa kok menyambut hari lebaran. Tapi harus bersih ya kawan-kawan. Bersih ini dalma artian tidak terdapat najis atau mungkin noda-noda yang sangat mengganggu penglihatan. Di hari lebaran tersebut kami hanya diperbolehkan untuk main di area rumah saja.
Di keesokan harinya, emak menyewakan beca untuk kami bisa gunakan berkeliling desa. Dalam cerita singkat saya ini. Saya tersadar bahwa emak mengajarkan bentuk kesederhanaan bagi kami sejak masih kecil. Dengan kata-kata emak yang mengatakan bahwa lebaran tidak harus menggunakan baju baru.
Tidak harus untuk bermain bakar-bakaran atau bahkan bermain petasan. Menyambut lebaran tidak harus dilakukan dengan cara yang berlebihan. Bahkan dengan melalui keseharian dengan sikap sederhana ini juga akan memberikan beberapa dampak positif loh, diantaranya yaitu.
Menghindarkan Diri dari Sifat Sombong
Menurut saya, seseorang yang memperlakukan kehidupannya dengan cara yang sederhana. Kebanyakan mempunyai kepribadian yang rendah hati. Bahkan, hal ini juga telah tertulis di dalam al-quran loh bahwa “sesungguhnya ia tidak menyukai hambanya untuk menyombongkan diri” (QS. An-Nahl : 23)
Menjadi Kategori Manusia yang Selalu Bersyukur
Nah, hal ini menjadi salah satu poin penting nih. Sebagai umat manusia, alangkah baiknya jika kita selalu mengucap syukur di setiap kegiatan. Karena, ucapan rasa syukur tersebut bisa menunjukkan kita ke dalam jalan yang lebih baik lagi loh. Oleh sebab itu, dengan mengucapkan Alhamdulillah dalam setiap kegiatan menjadi hal wajib yang harus dilakukan.
Emak berkata bahwa pada dasarnya uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Akan tetapi dengan uang kita bisa dengan mudah untuk berbagai kebahagiaan. Dengan bentuk kesederhanaan, kita tak harus khawatir dengan apa yang dikatakan oleh orang lain.
Terlebih lagi tidak akan ambil pusing dengan cibiran yang dilontarkan oleh siapapun. Tak perlu mumet karena tetangga beli tv baru, pakai baju baru, apalagi beli mobil baru. Saya pun juga telah memahami bahwasanya kebahagiaan yang hakiki bukan karena kita membeli kemewahan. Namun kebahagiaan itu akan hadir dengan sendirinya ketika kita berbagi kebahagiaan dengan orang disekitar kita.