Nikmatnya Menjadi Orang Baik
Diposkan: 26 Nov 2021 Dibaca: 1885 kali
Alweenong - Menjadi orang baik bukanlah sebuah tuntutan dunia yang harus dimiliki setiap orang. Akan tetapi, menjadi orang baik akan menyimpan beribu makna didalamnya. Memang, menjadi orang baik tidak selamanya atau mungkin tidak selalu dipandang baik pula oleh orang lain.
Kebanyakan kita sudah berusaha melakukan kebaikan, namun orang lain masih saja menganggap ada yang salah dari kita. Lebih buruknya lagi, dengan segala usaha kita untuk melakukan kebaikan, seringkali tidak dihargai atau tidak diperlakukan baik pula oleh orang lain.
Nah dengan berbagai permasalahan yang telah disebutkan, bukan menjadi suatu hal yang menjadikan kamu tidak lagi melakukan kebaikan. Namun, dengan adanya hal tersebut sebenarnya menguji seberapa jauh kesabaran dan keteguhan diri kamu dalam melakukan kebaikan.
Jangan pernah berpikiran untuk diberikan timbal balik yang setimpal dari segala kebaikan yang telah kamu lakukan ya kawan-kawan. Mungkin saja ada nih, beberapa diantara kawan-kawan sering merasa kesal apabila segala niat baik yang kamu lakukan tidak dihargai oleh orang lain.
Ya memang, dalam menjalani kehidupan ini tidak selamanya apa yang terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan. Karena, seorang manusia hanya pemeran saja bukan pencipta apalagi pembuat skenario kehidupan.
Dengan demikian, menjadi orang baik bukanlah terus-menerus dikaitkan dengan presepsi dari orang lain. Percaya deh, akan banyak sekali hal baik yang tak terduga di depan matamu. Itu menjadi sebuah kado menarik yang diberikan oleh Tuhan atas segala kebaikan yang telah kamu usahakan.
Jangan Pernah Menyerah Menjadi Orang Baik
Mulai saat ini, bulan ini tahun ini dan juga detik ini teruslah untuk menjadi orang yang baik. Teruslah berbuat baik karena semata-mata memang sebenarnya kamu orang yang baik. Jangan pernah menunggu balasan kebaikan yang sama dari apa yang telah dilakukan.
Jangan pula mengharapkan pujian atau imbalan yang setimpal. Terapkan prinsip bahwa kamu memang melakukan kebaikan tersebut bertujuan untuk menebarkan kebaikan bukan hanya sekedar menginginkan pujian dan balasan yang sama.
Lelah Menunggu Balasan Setimpal dari Orang Lain
Pada dasarnya, kita tidak bisa mengontrol apa yang akan diucapkan orang lain dan kita juga tidak bisa mengatur bagaimana persepsi orang lain dalam menilai diri. Tentu saja, menunggu balasan yang setimpal dari segala apa saja yang telah dilakukan menjadi suatu kegiatan yang sangat melelahkan.
Mengapa demikian? Ya karena kita tidak bisa selamanya bergantung dengan penilaian orang lain. Bagaimanapun penilaian orang lain terhadap diri kita, tidak semuanya bisa kita terima secara mentah-mentah begitu saja.
Akan banyak sekali makna yang terkandung dari penilaian yang ditujukan kepada diri. Jadi, kamu harus bisa berdiri sendiri dengan komitmen yang ada pada diri. Daripada kita harus bersusah payah dan merepotkan diri akan hal yang tidak mempunyai arti apa-apa.
Akan lebih baik apabila kamu berjalan dengan apa yang kamu yakini bahwa hal tersebut memang baik untuk dilakukan. Tidak merugikan siapapun dan juga tidak mengecewakan siapapun.
Teruslah melakukan setiap perjalanan untuk bisa menjadikan dirimu semakin bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Tuhanmu. Memahami dengan apa yang ada di dalamnya, dimana kamu sendiri tidak ada apa-apanya. Karena sesungguhnya segala yang kamu miliki saat ini hanya milik Allah Subhanahu wa ta’ala.
Yuk kawan-kawan luangkan waktu beberapa menit saja untuk meresapinya. Bahwa kita semua ini suatu saat akan mati dan diminta pertanggungjawaban. Hal tersebut berlaku untuk segala sesuatu yang telah kita lakukan didunia. Oleh sebab itu, teruslah berusaha untuk memperbaiki diri, berjalan di atas jalan yang baik dan terus menjadi orang baik. Semangat kawan semua.