Pulang Ke Rumah Melepas Kerinduan

Diposkan: 25 Nov 2021 Dibaca: 1811 kali


Alweenong - Sepertinya banyak diantara kawan-kawan yang memilih untuk merantau. Entah itu merantau demi sebuah cuan atau merantau untuk menempuh pendidikan. Sudah jelas apabila kita merantau, tentu akan jauh dari orang-orang yang selalu bersama kita setiap waktu.

Mungkin saja, dalam beberapa hari atau minggu kita merasa bebas bisa pergi kemana saja sesuai dengan keinginan. Akan tetapi, di minggu-minggu berikutnya rasa rindu akan rumah itu akan muncul dengan sendirinya.

Bagaimana suasana di sekeliling rumah, bagaimana serunya berkumpul dengan sanak saudara, atau bahkan membayangkan serunya berkumpul dengan orang tua. Di samping itu, rasa bahagia akan terpuaskan apabila kita menyempatkan waktu untuk pulang kerumah. Momen yang ditunggu-tunggu bagi mereka pejuang masa depan.

Memutuskan untuk meninggalkan lingkungan yang biasanya kita tempati bertahun-tahun memang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Akan tetapi, itu semua akan terbayarkan apabila kamu berhasil mencapai apa yang diinginkan di luar area zona nyaman.

Meskipun begitu, sejauh apapun kamu pergi untuk mencapai mimpi-mimpi itu rasa ingin kembali pasti akan selalu muncul. Namun apa daya, jika kenyataan tidak selalu mendukung keinginan besar mu untuk kembali pulang.

Rasa Rindu Akan Rumah

Menjadi manusia dewasa haruslah bisa menahan dan memposisikan dengan baik rasa akan rindu itu. Hingga dimana, kamu bisa melepaskan rasa rindu di momen yang tepat. Biasanya, seorang rantau melepaskan kerinduannya di hari besar agama Islam, ya benar di hari raya.

Merayakan hari besar agama tentu tidak akan lengkap apabila kita tidak bertemu dengan seluruh saudara dekat. Dalam merayakan hari besar itu mungkin sudah tidak terpikirkan lagi deh, apa itu tugas. Karena hanya kerinduan saja yang terpikirkan di benak dan pikiran.

Materi dan juga segi finansial memang perlu untuk dicari. Akan tetapi, ada masanya dimana kamu harus melepas penat dan berhenti sejenak untuk bernapas lega. Bukan hanya fisik saja yang membutuhkan istirahat. Namun pikiran juga hal penting yang harus mempunyai waktu sendiri untuk beristirahat sejenak.

Dengan adanya pulang ke rumah, pulang ke kampung halaman menjadi momen yang paling bahagia. Dimana waktu terbaik itu menjadi hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh mereka para perantau.

Adanya Bentuk Perjuangan untuk Pulang

Mungkin saja tidak hanya satu atau dua orang saja yang merasakan hal ini. Biasanya, untuk bisa pulang ke rumah bagi mereka si para manusia rantau akan merasakan lika-liku yang sangat beragam. Untuk bisa pulang saja harus ada perjuangan yang mungkin dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

Salah satu contohnya saja, ketika mudik menjelang hari besar agama Islam. Biasanya sih banyak sekali mereka yang tidak mendapatkan tiket. Hanya membeli sebuah tiket saja harus berebut dengan para perantau yang lainnya.

Nah, di titik itulah perjuangan dimulai. Memulai untuk memutar otak untuk bisa pulang ke rumah sesegera mungkin. Sudah tidak kaget lagi jika menemukan mereka yang kesusahan untuk mendapatkan sebuah tiket. Bahkan terkadang juga sampai-sampai mereka rela tidur dijalan karena perjalanan mereka yang sangat macet.

Memang momen ini menjadi momen yang sangat berharga apabila diingat. Tidak ada yang salah dari ini semua. Namun pastinya akan ada banyak sekali pelajaran dan momen berharga yang akan terus diingat dan bisa juga diceritakan ke anak dan cucu kita nanti.

Di suatu waktu, balik ke rumah langsung disambut dengan bunga wijaya kusuma. Dimana bunga tersebut mekar diantara dua bunga yang telah kuncup. Konon sih katanya ini bunga para raja-raja, benar nggak sih kawan-kawan?


Tags